Liburan Jadi Asyik, Ini Tips Saat Berkunjung ke Seoul

Myeongdong Seoul - www.thejakartapost.com Myeongdong Seoul - www.thejakartapost.com

Sebelum Anda merencanakan ke Seoul, Korea Selatan, sebaiknya Anda mempelajari tips berkunjung ke Negeri Ginseng tersebut. Sehingga, Anda akan mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berada di tempat tersebut. Selain itu, beberapa hal yang sering dilakukan turis tanpa tahu kebenarannya, bisa membuat liburan menjadi tidak asyik.

Dilansir dari Quora, seorang pria bernama Andi Roselund menceritakan pengalamannya mengenai hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika berada di Seoul. Segala hal yang akan Anda lakukan ketika berlibur ke tersebut, harus dipertimbangkan dengan baik. Beberapa kesalahan, tidak hanya akan membuat Anda rugi ketika berlibur, tetapi juga membuat orang di sekitar Anda menjadi cemas. Lalu, apa saja hal tersebut?

Daerah di Seoul yang Perlu Dihindari

Meskipun Anda adalah turis yang ingin berlibur, namun pastikan Anda mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Ini akan membuat liburan Anda menjadi lebih berwarna dan menyenangkan. Bagi Anda yang ingin berbelanja, sebaiknya tidak pergi ke Myeongdong. Daerah tersebut bisa dibilang adalah daerah teramai, sehingga area jalanan di sekitar Myeongdong menjadi penuh dengan turis.

Di daerah tersebut, Anda juga harus rela berdesakan dengan orang dari berbagai untuk berbelanja di satu toko. Lautan manusia seperti ini sudah bukan hal yang mengejutkan jika Anda datang ke Myeongdong. Berdesakan dengan mereka hanya akan membuang waktu Anda selama di Seoul.

Baca juga:  Mengenal Nama-Nama Musim dalam Bahasa Korea Lewat Lagu 'Winter Child'

Anda juga perlu menghindari Desa Bukchon Hanok jika tidak ingin mendapatkan pengalaman yang buruk. Desa wisata tersebut sebenarnya cukup di kalangan wisatawan, tetapi karena Anda hanyalah turis, maka Anda tidak bisa sembarangan berkunjung.

Loading...

Banyak turis melakukan kesalahan dengan berfoto, berteriak, asal masuk rumah orang, dan bertingkah kurang sopan. Ini akan membuat warga desa menjadi waspada dan tidak bisa istirahat atau melakukan aktivitas dengan tenang. Sehingga, tak jarang ada warga yang geram dan mencoba mengusir para turis dari beranda rumah mereka.

Selain itu, Anda juga tidak perlu berwisata seperti ke Pasar Namdaemun/Dongdaemun. Meskipun pasar akan menawarkan makanan dan barang dengan murah, akan lebih baik jika waktu Anda dihabiskan untuk hal yang lain. Berwisata ke pasar hanya akan menguras tenaga dan waktu Anda, apalagi Anda perlu menawar di setiap toko.

Myeongdong Seoul - www.thejakartapost.com

Myeongdong Seoul – www.thejakartapost.com

Cicipi Makanan Autentik Korea

Berlibur ke Negeri K-Pop, belum lengkap jika tidak mengonsumsi makanan khas dari Seoul. Jika di sekitar penginapan Anda ada restoran yang menyajikan menu BBQ, mungkin Anda perlu mencobanya. BBQ di Korea tentu berbeda dengan BBQ di Indonesia. Di Seoul, Anda tidak hanya bisa menikmati kelezatan daging ayam atau sapi panggang, tetapi juga memesan menu lain untuk dibakar, seperti jamur, sayur, kaki babi, jeroan, ikan, dan belut.

Baca juga:  Mengucap ‘Tidak Apa-apa’ dalam Bahasa Korea

Pastikan juga Anda mencicipi hidangan lain, seperti sup Korea. Ada banyak jenis sup yang bisa Anda pesan di berbagai restoran atau warung di Seoul, antara lain sup doenjang (pasta kedelai, bbyu haejang-guk, gamjatang, dan chuoetang. Selain itu, Anda juga bisa memesan menu set makanan lengkap bernama siraegi-guk dengan daun lobak kering dan gochujang sebagai bumbu khas Korea.

Jika Anda ingin menikmati makanan yang segar dan manis, mungkin buah persik kering menjadi hidangan penutup yang lezat. Selain itu, ada patbingsu yang disukai oleh banyak orang dari berbagai kalangan, mulai -anak, remaja, hingga dewasa. Hidangan tersebut adalah es serut dengan topping buah-buahan, es krim, susu, saus kacang merah, dan jeli yang lezat.

Hindari Taksi

Bagi Anda yang ingin berhemat saat berlibur ke Seoul, sebaiknya tidak pergi naik taksi. Meskipun taksi akan membantu Anda menemukan lokasi dengan tepat dan aman, Anda akan terkejut ketika melihat tarifnya. Harga taksi di Korea terbilang cukup mahal jika dibandingkan kendaraan umum, seperti bus wisata atau kereta bawah tanah.

Baca juga:  Belajar Bahasa Korea Online, Mudah Dan Menyenangkan

Jika Anda bingung cara naik angkutan umum, Anda tidak perlu khawatir. Di setiap stasiun dan halte, sudah ada petunjuk khusus untuk naik angkutan tersebut. Cara membayar angkutan umum di kota ini juga terbilang lebih praktis dan mudah. Anda hanya perlu menggunakan T-Cash atau e-money dalam setiap perjalanan.

Selain itu, Anda tidak hanya bisa memakai transportasi tersebut untuk mengeksplorasi daerah Seoul, juga daerah lain yang dekat, seperti Incheon, Paju, Seongnam, Pocheon, dan masih banyak lagi. Beberapa kereta juga menawarkan pemberhentian terdekat di stasiun sekitar tempat perbelanjaan atau pariwisata.

Itulah beberapa hal yang bisa dan sebaiknya tidak Anda lakukan ketika berada di Seoul. Selain itu, jika Anda Muslim, Anda perlu memperhatikan jasa travel yang Anda pilih, ini berkaitan dengan hidangan yang mereka rekomendasikan pada para tamu. Anda bisa memilih tour and travel yang menyediakan wisata halal. Paket wisata halal kini sudah menjadi tren di Korea Selatan, yang secara umum meliputi layanan akomodasi, makanan, tempat wisata, dan tempat ibadah yang tentunya halal.[1]

[1] Arifiyyati, May F., dkk. 2020. Wisata Halal Trend Baru Industri Pariwisata Korea Selatan. Jurnal Penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Vol. 14(1): 153-166.

No Comments, Be The First!

Your email address will not be published.